Showing posts with label Lompat Tinggi. Show all posts
Showing posts with label Lompat Tinggi. Show all posts
4 Gaya Lompat Tinggi

4 Gaya Lompat Tinggi

4 Gaya Lompat Tinggi | sakuilmu.net - Lompat Tinggi merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang telah kita ketahui pada artikel sejarah lompat tinggi yang lalu. Selain sejarah lompat tinggi, dalam artikel tersebut kita bisa mengenal pengertian lompat tinggi, sarana prasarana dan sekilas peraturan lompat tinggi. Kali ini kita akan mengenal macam-macam gaya lompat tinggi atau tepatnya ada 4 macam gaya lompat tinggi.

Lompat tinggi tercatat pertamakali diadakan pada olimpiade di Skotlandia pada abad ke 19. Adapun gaya lompat pada masa olimpiade itu adalah gaya gunting. Setelah itu berbagai gaya lompat tinggi berkembang sehingga menghasilkan lompatan yang semakin tinggi. Apa saja gaya lompat tinggi yang ada sampai dengan saat ini? mari kita simak penjelasan 4 gaya lompat tinggi dibawah ini.


1. Gaya Lompat Tinggi - Gaya Gunting (Scissors)

Gaya lompat tinggi yang pertamakali digunakan pada olimpiade Skotlandia adalah gaya gunting atau Scissors. Gaya gunting pada olahraga lompat tinggi ini merupakan gaya yang ditemukan oleh Sweney sehingga Gaya gunting disebut juga dengan gaya Sweney. Sebelumnya pada tahun 1880, Sweney menggunakan gaya jongkok, namun karena kurang ekonomis maka Gaya Jongkok diubah menjadi Gaya gunting.

Gaya Gunting samping (Belanda : Sijschaar) diciptakan oleh michael Sweeney sekitar tahun 1895. Selanjutnya tahun 1896 sweney mengubah gaya jongkok menjadi gaya gunting.

Cara melakukan Gaya Gunting: Mula-mula seorang atlet mengambil awalan dari tengah. Bila Seorang Pelompat pada saat akan melompat menggunakan kaki kiri sebagai tumpuan lalu memakai kaki kanan sebagai ayunan, maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki kanan juga. Untuk mengenal gaya gunting ini, sobat sakuilmu bisa melihat ilustrasi gambar gaya gunting dibawah ini :

Gaya Lompat Tinggi Scissors
Gaya Lompat Tinggi Scissors

2. Gaya Lompat Tinggi - Gaya Guling Sisi (Western Roll)


Gaya sisi atau samping (westren roll/westren form) pada olahraga lompat tinggi diciptakan oleh G. Horin (Amerika) pada tahun 1912. Gaya western roll ini mendominasi Olimpiade Berlin pada tahun 1936, akan tetapi gaya lompat tinggi ini tidak dapt berkembang, karena terbentur adanya peraturan perlombaan yang berlaku saat ini. Pada Gaya guling sisi, saat melewati mistar posisi kepala cenderung lebih rendah dari pinggul, hal ini tidak syah/dis. Oleh sebab itu gaya ini tidak pernah dipakai dalam perlombaan.

Untuk memahami gaya lompat tinggi guling sisi (western roll), sobat sakuilmu bisa memperhatikan penjelasan gambar gaya lompat tinggi dibawah ini :
Gaya Lompat Tinggi Western Roll
Gaya Lompat Tinggi Western Roll

3. Gaya Lompat Tinggi - Gaya Guling (Straddle)


Gaya guling perut pada olahraga lompat tinggi atau dikenal pula dengan Gaya Straddle adalah gaya dimana ketika badan melewati mistar dengan cepat diputar dan dibalikkan, sehingga sikap badan di atas mistar telungkup.

Cara melakukan Gaya Guling atau straddle ini yaitu : Pelompat mengambil awalan dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil.  Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkup. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk. Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu. 

Untuk lebih memahami gaya lompat tinggi straddle ini, sobat sakuilmu bisa memperhatikan penjelasan gambar gaya straddle dibawah ini :

Gaya Lompat Tinggi Straddle
Gaya Lompat Tinggi Straddle

4. Gaya Lompat Tinggi - Gaya Fosbury Flop


Gaya Flop diciptakan oleh Dick (Ricarod) Fosbury, seorang pelompat tinggi dari Amerika. Dalam Olympiade Mexico tahun 1968 dengan gaya tersebut Fosbury berhasil menduduki juara pertama. Mulai saat itu pula perhatiaan para ahli atletik tertuju pada gaya baru yang unik itu. Dikatakan unik, karena saat melewati mistar posisi badan dalam keadaan terlentang dan mendarat dengan bagian punggung terlebih dahulu dalam posisi terlentang.

Cara melakukan Gaya Flop:

  • Awalan, harus dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira � kira 7-9 langkah.
  • Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya.Yakni, harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.
  • Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.
  • Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 � 20 cm, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.
Untuk lebih memahami gaya lompat tinggi fosbury flop ini, sobat sakuilmu bisa melihat penjelasan gambar gaya lompat tinggi fosbury flop dibawah ini :
Gaya Lompat tinggi fosbury flop
Gaya Lompat tinggi fosbury flop
 Demikian sobat sakuilmu, 4 macam gaya lompat tinggi yang harus kita ketahui. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel olahraga kami selanjutnya.
Read More
Lompat Tinggi

Lompat Tinggi

Lompat Tinggi (High Jump)| sakuilmu.net - Olahraga Lompat Tinggi adalah salah satu cabang olahraga lompat pada atletik selain lari dan lempar. Olahraga lompat pada cabang atletik dibagi menjadi 4 macam khususnya yang dilombakan pada event olimpiade, yaitu :
  1. Lompat Tinggi (High Jump)
  2. Lompat Jauh (Long Jump)
  3. Lompat Galah (Pole Vault), dan
  4. Lompat Jangkit (Triple Jump)
Pada artikel yang telah lalu kita sudah membahas mengenai salah satu cabang olahraga loncat yaitu lompat jauh (Long Jump),  dan kali ini kita akan mencoba mengungkap olahraga lompat tinggi, khususnya dari sisi pengertian olahraga lompat tinggi, sejarah olahraga lompat tinggi, serta sarana dan prasarana olahraga lompat tinggi.

1. Pengertian Olahraga Lompat Tinggi

Lompat Tinggi merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang akan menguji keterampilan melompat dengan melewati tiang mistar. Tujuan olahraga lompat tinggi ini adalah untuk memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar tersebut dengan ketinggian tertentu. 

Adapun tinggi mistar yang harus dilewati oleh seorang atlet lompat tinggi minimal 2,5 meter dengan panjang mistar minimal 3,15 meter. 

Olahraga Lompat Tinggi dilakukan pada lapangan atletik dengan tanpa menggunakan bantuan alat tertentu.
Lompat Tinggi : Sumber gambar : dailymail

2. Sejarah Olahraga Lompat Tinggi

Lompat tinggi tercatat pertamakali diadakan pada olimpiade di Skotlandia pada abad ke 19. Pada saat itu tercatat lompatan tertinggi yang dilakukan oleh atlet adalah 1,68 meter. Gaya lompat pada masa itu adalah gaya gunting.

Kemudian pada sekitar abad ke 20, gaya lompat tinggi telah dimodernisasi oleh seorang warga Irlandia - Amerika bernama Michael Sweeney. Pada tahun 1895, Michael Sweeney berhasil melakukan lompatan setinggi 1,97 meter gaya eastern cut-off, dimana mengambil off seperti gunting, tapi memperpanjang punggungnya dan mendatar di atas bar.
Warga Amerika lainnya bernama George Horine mengembangkan teknik lompat yang lebih efisien bernama Western Roll. Melalui teknik ini, Horine bisa mencapai lompatan setinggi 2,01 meter pada tahun 1912. Kemudian pada Olimpiade Berlin (Tahun 1936), teknik lompatan ini menjadi dominan dilakukan dan untuk cabang lompat tinggi telah dimenangkan oleh Cornelius Johnson yang mencapai ketinggian 2.03 m

Kemudian pada empat dekade berikutnya, pelompat Amerika dan Sovyet telah merintis evolusi teknik straddle. Charles Dumas adalah orang pertama yang menggunakan teknik ini mencapai ketinggian 2,13 m, pada tahun 1956. Kemudian warga Amerika, John Thomas meningkatkan rekor dunia dengan ketinggian lompatan 2.23 m (7 ft 3 3/4 in) pada tahun 1960. Dan akhirnya Valeriy Brumel mengambil alih pencapaian dalam empat tahun ke depan. Jumper Soviet ini mencatat ketinggian lompatan hingga 2,28 m (7 ft 5 3/4 in), dan berhasil memenangkan medali emas Olimpiade pada tahun 1964, sebelum kecelakaan sepeda motor mengakhiri karirnya

Dari Brumel inilah para atlet mencoba belajar dan mengembangkan olahraga lompat tinggi hingga saat ini terdapat berbagai gaya dalam olahraga lompat tinggi di dunia antara lain gaya gunting (Scissors), gaya guling sisi (Western Roll), gaya guling Straddle dan gaya Fosbury Flop.

3. Sarana dan Prasarana Olahraga Lompat Tinggi

1. Untuk Awalan:

  • Daerah awalan panjangnya. tidak terbatas minimum 15 m
  • Daerah tumpuan harus datar dan tingkat kemiringanya 1 : 100

2. Tiang LompatTiang lompat harus kuat dan kukuh,dapat terbuat dari apa saja asal kuat dan kukuh.jarak kedua tiang tersebut adalah 3,98 � 4,02 m.

3. Bilah LompatTerbuat dari kayu,metal atau bahan lain yang sesuai dengan :a) Panjang mistar lompat 3,98 � 4,02 m dan berat maksimal mistar adalah 2,00 kgb) Garis tengah mistar antara 2,50 � 3,00 m, dengan penampang mistar terbentuk bulat dan permukaannya harus datar dengan ukuran 3cm x 15 cm x 20 cm c) Lebar penopang bilah 4 cm dan panjang 6 cm

4. Tempat Pendaratan Tempat pendaratan tidak boleh kurang dari 3 x 5 m yang terbuat dari busa dengan ketinggian 60 cmdan di atasnya ditutupi oleh matras yang tebalnya 10 � 20 cm.

4. Peraturan Olahraga Lompat Tinggi

Dalam pertandingan olahraga Lompat Tinggi (High Jump), mistar akan dinaikkan setelah peserta lompat tinggi berhasil melewati ketinggian mistar. Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki Peserta juga boleh mulai melompat di mana ketinggian permulaan yang disukainya. Lompatan atlet lompat tinggi akan dinyatakan batal jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang pada saat membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat. 

Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan dikeluarkan dari pertandingan. Seseorang peserta lompat tinggi berhak meneruskan lompatan (walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat meneruskannya lagi mengikut peraturan. Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah hingga bahagian tengah disebelah atas padang.

Setiap peserta akan diberi peluang sebanyak tiga kali untuk melakukan lompatan. Jika peserta tidak berhasil melewati mistar sebanyak tiga kali berturut-turut, dia dinyatakan gagal.Untuk menentukan kemenangan, para peserta harus berusaha melompat setinggi mungkin yang dapat dilakukan. Pemenang ditentukan dengan lompatan tertinggi yang dilewati. 

Demikian Sobat Sakuilmu.net, sekilas mengenai olahraga Lompat Tinggi. Semoga bermanfaat. 

Referensi :
  • https://en.wikipedia.org/wiki/High_jump
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Lompat_tinggi
Read More