Showing posts with label Seni Budaya. Show all posts
Showing posts with label Seni Budaya. Show all posts
Pengertian Apresiasi Seni, Fungsi, Tujuan dan Tingkatannya

Pengertian Apresiasi Seni, Fungsi, Tujuan dan Tingkatannya

Pengertian Apresiasi Seni, Fungsi, Manfaat, Tujuan dan Tingkatannya - Pernahkah sobat mengapresiasi karya ? Pastinya sudah bukan ? Nah, sehubungan dengan itu, kali ini kita akan mengkaji lebih dalam mengenai  apresiasi seni. Yuk simak pembahasannya...



#1. Pengertian Apresiasi Seni


Menurut etimologi (segi bahasa), apresiasi berasal dari Bahasa Latin, �appretiatius� yang berarti suatu penghargaan atau penilaian. Selain itu, di dalam Bahasa Inggris kita mengenalnya dengan �appreciate� yang artinya melihat karya, menentukan nilai, menikmati ,menyadari keindahan, dan menghayatinya.

Apresiasi : proses penilaian atau penghargaan positif yang diberikan seseorang terhadap suatu karya.

Karya : suatu kegiatan yang dilakukan manusia dan membuahkan hasil.

Setelah kita memahami pengertian apresiasi dan karya, selanjutnya kita akan memahami seni. Apa itu seni ? Seni adalah suatu strategi yang digunakan manusia dengan cara mengimajinasikan ide, gagasan, dan inspirasi menjadi nyata agar dapat dilihat/diketahui oleh publik.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa apresiasi karya seni adalah kegiatan yang dilakukan untuk menilai suatu karya seni. Penilaian tersebut dapat berupa mengenali, menilai, mengakui, dan menghargai nilai seni yang terdapat pada karya seni tersebut.

Dengan kata lain, seseorang akan menilai suatu karya seni baik dengan cara melihat, menikmati, mendengar, menilai , menghayati, menjiwai maupun membandingkan karya satu dengan lainnya.

Menurut Brent G. Wilson (buku : Evaluation of Learning in Art Education), apresiasi memiliki 3 domain (konteks), yaitu :
  • Feeling (Perasaan) : berkaitan dengan perasaan mengenai suatu keindahan.
  • Valuing (Penilaian) : berkaitan dengan nilai karya seni.
  • Emphatizing (Empati) : berkaitan dengan penghormatan/penghargaan terhadap dunia seni dan profesi (pelukis, pepatung, pemahat, pegrafis, pedesain, pekria, dan lain sebagainya).

#2. Tujuan dan Manfaat Apresiasi Seni


Apresiasi seni sangat bermanfaat bagi suatu bangsa, karena dengan kita ikut mengapresiasi, maka secara tidak langsung kita telah ikut mengembangkan kemampuan seseorang. Pengembangan tersebut bisa didapat baik melalui kemampuan pikiran, tindakan dan pengembangan kepribadian seseorang. 

Tujuan pokok (utama) dari apresiasi seni yang sebenarnya adalah agar publik tahu maksud dan tujuan dari pembuatan karya seni tersebut. Akhirnya, masyarakat pun dapat menilai, menanggapi dan menikmati suatu karya seni yang telah ada. 

Adapun tujuan akhir apresiasi seni antara lain yaitu :
  • Untuk mengevaluasi  dan mengembangkan nilai keindahan karya seni ;
  • Untuk mengembangkan daya kreasi dan imajinasi ;
  • Untuk menyempurnakan karya seni.

#3. Apa Fungsi dari Apresiasi ?


Ketika kita mengapresiasi karya, kita tentu perlu tahu apa sebenarnya fungsi dari mengapresiasi. Adapun fungsi tersebut antara lain :
  • Sebagai sarana meningkatkan rasa cinta terhadap karya anak bangsa Indonesia, sekaligus peduli terhadap sesama.
  • Sarana untuk penilaian, penikmatan, empati, hiburan dan edukasi.
  • Sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan manusia dalam beberapa hal.
Selain itu, apresiasi juga mampu menimbulkan hubungan timbal-balik yang positif antara penikmat karya seni (apresiator) dan pembuat (seniman). Karena hal inilah, diharapkan seniman mampu menciptakan karya seni yang jauh lebih baik dan berkualitas dari sebelumnya.

#4. Jenis Apresiasi Seni


Apresiasi seni dibedakan menjadi 2, yaitu :
  • Apresiasi pasif : apresiasi yang umumnya dilakukan oleh orang yang masih awam terhadap seni, namun memiliki minat yang baik terhadap suatu karya seni.
  • Apresiasi aktif : apresiasi yang muncul setelah menilai suatu karya seni.

#5. Macam-macam Tingkatan dalam Apresiasi Karya Seni


�Sense of Beauty�, atau rasa keindahan pasti sudah dimiliki setiap orang di dunia ini. Jika seseorang menilai, tentu akan berbeda dengan yang lainnya. Penilaian si A tentu berbeda dengan penilaian si B, tergantung bagaimana seseorang menghayatinya. Ada yang beranggapan bahwa karya seni itu bernilai negatif ada juga yang menilai negatif. Itu semua tergantung dari sudut pandang pengamat mengenai keindahan yang dianutnya.
 
Mengapresiasi tidak hanya untuk menilai karya seni saja. Kita dapat menerapkan kegiatan apresiasi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kita hendak membeli baju di Mall, dan terdapat banyak sekali pilihan baju. Kemudian kita memilih salah satu baju sesuai selera kita dan memakainya. Kemudian orang lain menganggap penampilan kita menjadi lebih gagah/menawan. Namun, ada juga orang yang memilih baju lainnya (yang menurutnya cocok dengan kepribadiannya ). Itupun bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk apresiasi.

Dari contoh tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa persepsi orang itu benar-benar berbeda antara satu dengan lainnya.

Secara lebih spesifik, hal ini timbul karena :
  • Status sosial yang berbeda-beda.
  • Tingkat intelektual.
  • Pemahaman terhadap seni dan tingkat penilaian seseorang itu beragam.
Nah, karena itulah kemudian muncul suatu tingkatan dalam apresiasi

Lalu, apa saja tingkatan apresiasi itu ? Dan apa pengertiannya ?
  • Apresiasi empatik : suatu sikap apresiasi yang menilai karya seni dengan tangkapan indrawi saja. Dengan kata lain, penilaian baik dan buruknya suatu karya dilakukan dengan pengamatan semata. Biasanya, apresiasi jenis ini dilakukan oleh orang awam yang kurang mengerti dunia seni.
  • Apresiasi estetis : sikap apresiasi yang menilai keindahan karya seni disertai pengamatan dan penghayatan yang lebih mendalam. 
  • Apresiasi kritis : apresiasi yang menilai karya seni dengan mengklasifikasi, mendeskripsi, menjelaskan, menganalisis, menafsirkan/menginterpretasi dan mengevaluasi serta menyimpulkan hasil pengamatannya secara akurat dan bertanggung jawab. Dengan kata lain, apresiasi ini dilakukan dengan cara ilmiah dan lebih bersifat keilmuan. Biasanya dilakukan oleh kritikus yang memang sudah mendalami bidang tersebut.
Kesimpulan....

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa apresiasi seni adalah sesuatu yang bermanfaat bagi kemajuan pribadi seseorang. Baik orang yang menjadi apresiator maupun seniman itu sendiri. Selain itu, kita secara tidak langsung juga telah ikut berpartisipasi dalam melestarikan budaya dan karya anak bangsa. 

Jadi, kapankah kamu akan memulai mengapresiasi suatu karya ?

Read More
Pengertian Tari Manurut Para Ahli dan Aspek-aspek Seni Tari

Pengertian Tari Manurut Para Ahli dan Aspek-aspek Seni Tari

Definisi/Pengertian Tari Manurut Para Ahli dan Aspek-aspek Seni Tari � Tari memiliki arti penting dalam kehidupan manusia karena dapat memberikan berbagai manfaat, seperti untuk sarana hiburan dan sarana komunikasi.

Pengertian Tari Manurut Para Ahli dan Aspek-aspek Seni Tari

A. Pengertian Tari secara Umum


Tari merupakan alat ekspresi ataupun sarana komunikasi seorang seniman kepada orang lain (penonton/penikmat). Sebagai alat, tari mampu menciptakan untaian gerak yang dapat membuat penikmatnya peka terhadap sesuatu yang ada dan terjadi di sekitarnya. 

Hal itu dikarenakan tari merupakan sebuah ungkapan pernyataan dan ekspresi dalam gerak yang memuat komentar-komentar mengenai realitas kehidupan yang mampu merasuk di benak penikmatnya setelah pertunjukkan selesai.

Oleh karena itu, menari atau menonton tarijuga dapat menambah pengalaman yang sangat berguna guna memperkaya peranan dan pertumbuhan seseorang. Sebagai sarana komunikasi, tari melalui (gerak-ruang-waktu) yang ada padanya membawa misi atau pesan-pesan tertentu untuk dapat dipahami oleh penikmatnya, sedangkan alat komunikasi seorang penari adalah tubuhnya.

Tubuh itulah yang akan bergerak menjelajahi ruang dalam waktu. Ketika kita sedang menari, misalnya pada asaat bergerak memutar, meloncat dan menjatuhkan diri ke lantai, menjalin gerak-gerak dengan orang lain dan sebagainya. Sering kali setiap orang menari mempunyai maksud ataupun tujuan tertentu, hal itu menyebabkan bentuk-bentuk tari yang tidak setiap orang bisa melakukannya.

Menari memerlukan keterampilan khusus, bahkan bakat ikut menentukan kualitas tariannya. Namun demikian, bukan berarti bahwa seseorang yang kurang berbakat tidak mempunyai peluang untuk menjadi penari yang berkualitas, karena semua keterampilan bisa dipelajari, dilatih dan dibiasakan. Seni tari bahan mediumnya adalah gerak berirama.

B. Pengertian/Definisi Tari Menurut Para Ahli


Beberapa definisi tari sangat bergantung dari latar belakang pengetahuan dan kebudayaan dari mana ahli tersebut berasal. Adapun beberapa definisi/pengertian tari menurut para ahli yaitu :

#1. Menurut Curt Sach (Jerman)
Tari adalah gerak yang ritmis.
(Buku:World History of the Dance)

#2. Menurut Corrie Hartong (Belanda)
Gerak-gerak yang diberi bentuk dan ritmis dari badan di dalam ruang.
(Buku : Danskunst)

#3. Menurut La Meri (Italia)
Tari adalah ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif.
(Buku: Dance Composition)

#4. Menurut B.P.A Soerjodiningrat (Indonesia)
Gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh/badan yang selaras dengan bunyi musik (gamelan), diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan di dalam tari.
(Buku : Babad lan Mekaring Djoget Djawi)
 
#5. Menurut Soedarsono (Indonesia)
Ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah.
(Buku : Jawa dan Bali : Dua Pusat Pekembangan Drama tari Tradisional di Indonesia)

C. Aspek-aspek Tari


#1. Bentuk
#2. Gerak
  • Gerak Murni/Wantah (pure movement) : gerak yang disusun dengan tujuan untuk mendapatkan bentuk artistik/keindahan dan tidak mempunyai maksud-maksud tertentu.
  • Gerak Maknawi/Tidak Wantah (gesture) : gerak yang mengandung arti atau maksud tertentu dan telah distilasi (dari wantah menjadi tidak wantah).
#3. Tari

Berdasarkan bentuk geraknya, tari dibedakan menjadi 2  yaitu :
  • Tari Representasional : Tari yang menggambarkan sesuatu dengan jelas, contohnya : tari tani dan tari nelayan.
  • Tari Non Representasional : tari yang melukiskan sesuatu secara simbolis, biasanya menggunakan gerak-gerak maknawi. Contohnya : tari golek, bedaya dan srimpi.
#4. Irama

Dalam menari, tentunya seorang penari harus menguasai beberapa hal. Salah satu diantaranya yakni kepekaan irama, adapun kepekaan tersebut antara lain :
  • Kepekaan terhadap irama iringan (lagu atau gendhing).
  • Kepekaan terhadap irama iringan gerak, yaitu menggerakkan anggota tubuh dengan tempo yang telah ditentukan.
  • Kepekaan terhadap irama jarak, maksudnya adalah pengambilan jarak antara anggota tubuh yang digerakkan sesuai dengan tata aturan yang ditetapkan pada suatu tarian tertentu.
    Jiwa
Ada tiga hal dalam jiwa manusia, yakni cipta (akal), rasa (emosi) dan karsa (kehendak). Ketiga hal itu senantiasa bekerja sama dan saling melengkapi dalam setiap aktivitas tari.

Materi tari lainnya : Unsur Pelengkap/Pendukung Sajian Tari

Demikianlah artikel singkat mengenai Definisi/Pengertian Tari Manurut Para Ahli dan Aspek-aspek Seni Tari, semoga dapat menambah wawasan kita terhadap sebuah karya seni.

Salam Pelajar Indonesia !

Read More
Unsur-unsur Pelengkap/Pendukung Sajian Tari

Unsur-unsur Pelengkap/Pendukung Sajian Tari

Unsur-unsur Dasar Pelengkap/pendukung sajian tari antara lain yaitu iringan (musik), tema, kostum, tata rias, tempat pentas atau panggung, tata lampu/pencahayaan, dan tata suara.

Unsur-unsur Pelengkap Sajian Tari

A. Iringan (musik)


#1. Dasar hubungan musik dan tari.
#2. Fungsi musik
  • Sebagai pengiring tari, berarti peranan musik yang tujuannya untuk menunjang penampilan tari.
  • Musik sebagai pemberi suasana tari.
  • Musik sebagai ilustrasi atau pengantar tari.

B. Tema


  1. Sumber tema diantaranya yaitu :
  2. Pengalaman hidup.
  3. Kehidupan binatang.
  4. Kejadian sehari-hari.
  5. Cerita-cerita rakyat.
  6. Sejarah dari seorang tokoh tertentu.
  7. Karya sastra.
  8. Upacara-upacara tertentu.
  9. Persepsi dari seni budaya, seperti drama, musik, sastra, dan sebagainya.

C. Tata Busana


Penggunaan busana tari hendaknya senantiasa mempertimbangkan hal-hal berikut ini :
  1. Busana tari hendaknya enak dipakai (etis) dan sedap dilihat oleh penonton.
  2. Mempertimbangkan isi/tema tari sehingga bisa menghadirkan suatu kesatuan/keutuhan.
  3. Bisa merangsang imajinasi penonton.
  4. Harus memperhatikan bentuk-bentuk gerak tariannya agar tidak mengganggu gerak si penari.
  5. Keharmonisan dalam pemilihan atau memperpadukan warna sangatlah penting, terutama harus diperhatikan efeknya terhadap tata cahaya.
Arti Simbolis
  • Warna Merah : simbol keberanian dan agresif.
  • Warna Biru : kesetiaan dan ketentraman.
  • Warna Kuning : keceriaan atau kesan gembira.
  • Warna Hitam : kebijaksanaan atau kematangan jiwa.
  • Warna Putih : kesucian atau bersih.

D. Tata Rias


Fungsi rias antara lain adalah untuk mengubah karakter pribadi menjadi karakter tokoh yang sedang dibawakan untuk memperkuat ekspresi dan untuk menambah daya tarik penampilan.
Tata rias panggung (untuk pertunjukkan) berbeda dengan rias sehari-hari.

Prinsip penataan rias tari antara lain :
  • Rias hendaknya mencerminkan karakter seorang tokoh/peran.
  • Kebersihan dan kerapihan rias perlu diperhatikan.
  • Garis-gari yang dikehendaki haruslah jelas.
  • Ketepatan pemakaian rias.

E. Tempat Pentas


Bentuk-bentuk tempat pertunjukkan dilapangan terbuka atau arena terbuka, di pendopo dan di panggung (stage).

F. Tata Lampu/Cahaya dan Tata Suara


Sarana dan prasarana dalam sebuah pertunjukkan merupakan perlengkapan untuk memberikan kenikmatan dan kenyamanan penontonnya, serta untuk menunjang kualitas pertunjukkan.

Sarana telah dilengkapi dengan peralatan yang menunjang penyelenggaraan pertunjukkan, khususnya tata lampu (lighting) dan tata suara (sound system). Tata lampu dan tata suara sebagai unsur-unsur pelengkap saja tapi berfungsi sebagai pembantu dalam kesuksesan sebuah pagelaran seni tari. Di dalam teknik kerjanya, antara tata lampu dan tata suara tidak dapat dipisahkan.

Adapun beberapa jenis lampu yang seing digunakan dalam pertunjukkan tari yaitu :
  • Lampu khusus atau spot light, biasanya digunakan untuk menyinari objek-objek secara khusus.
  • Lampu yang berfungsi mengikuti objek yang sering disebut dengan follow spot light adalah lampu sentral yang dipakai untuk objek-objek yang bergerak. Misalnya pada saat penari sedang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
  • Strip light sejns spot light adalah lampu berderet dan bermacam-macam warna yang terletak pada pentas bagian belakang. Lampu ini biasanya disiarkan pada latar belakang (back drop) untuk memperoleh suasana-suasana tertentu. Misalnya lampu kuning dihadapkan untuk mendapatkan suasana ceria.
Tata letak lampu dan arah penyinaran sering menandai dari lampu :
  • Front light : penyinaran dilakukan dari arah depan objek yang disinari, biasanya lampu ini terletak di bagain depan pentas.
  • Side light : penyinaran yang dilakukan dari arah samping objek, letaknya di bagian samping (side wing).
  • Back light : penyinaran dari belakang objek, biasanya lampu ini terletak di bagian belakang bawah pentas.
  • General light : penyinaran keseluruhan pentas. Lampu ini fungsinya untuk menerangi seluruh, biasanya diletakkan di atas pentas.
Baca juga : Pengertian dan aspek tari tenurut para ahli
    Dalam dunia pertunjukkan, terdapat istilah block auts, yaitu istilah untuk menyeburkan panggung/pentas dalam keadaan gelap (tanpa sinar). Apabila kita ingin memperoleh kesan atau suasana tertentu dari efek warna cahaya (color medium), dapat digunakan warna-warna cahaya sebagai berikut :
    • Warna Merah : suasana tegang/marah.
    • Warna Biru/Ungu : suasana sedih/mencekam.
    • Warna Kuning agak putih: suasana gembira atau kebahagiaan.
    Nah demikianlah artikel singkat mengenai Unsur-unsur Pelengkap Sajian Tari, semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan sobat mengenai sebuah karya seni tari.

    Salam Pemuda Hebat !
    Read More
    Contoh Naskah Drama/Teater untuk 18 Orang Pemain

    Contoh Naskah Drama/Teater untuk 18 Orang Pemain

    Contoh Naskah Drama Teater untuk 18 Orang Pemain - Contoh naskah ini sebenarnya dapat digunakan untuk lebih atau kurang dari 18 pemain. Bisa saja untuk 13, 14, 15, 16 atau 17. Sobat bisa memodifikasi sesuai jumlah pemain yang dibutuhkan karena ada pemain yang kurang begitu penting.


    Contoh Naskah Drama/Teater untuk 18 Orang Pemain

    Judul : "Gak Taken Padahal"
    Pencipta Karya : Reza Budhi Eriawan
    Genre : Komedi dan Percintaan  
    Tema : Muda Mudi

    Keterangan Latar Tempat : Taman
    Bahasa : Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa Banyumasan

    Oleh : Siswa/Siswi XI TKJ SMK Negeri 1 Banyumas
      Pemain :
      1. Ricky Rivaldy                  :  Petugas Kebersihan 
      2. Aris Stianto                     :  Petugas Keamanan (Hansip) 
      3. Afri Nur Astuti                :  Anak Alay
      4. Firdha Nissa Islamimah   :  Anak Alay
      5. Diah Julia Widhi A.         :  Anak Alay
      6. Trismiati                          :  Anak Alay
      7. Anggres Okta Winda P.   :  Pengunjung Taman 
      8. Lintang Trianingsih           :  Pengunjung Taman
      9. Asrur Rifa                       :  Pengunjung Taman (Pacar Nindi)
      10. Nindia Suryaningsih         :  Pengunjung Taman (Pacar Asrur)
      11. Apriyati Nurindah W.      :  Ibu Dokter
      12. Habibullah Al Faruq        :  Pengamen
      13. Yeni Oktaviani                 :  Pengamen
      14. Fajar Pratama                  :  Pengamen
      15. Estri Amalia Romadhani   :  Penjual Es
      16. Naurul Mutia Fadhila       :  Penjual Kacang
      17. Annisa Eva Ayuning T.     :  Pengemis 
      18. Zafira Natazha Febiati      :  Ibu Diah 

        " GAK TAKEN PADAHAL "


        Sinopsis :

        Anggres adalah anak laki-laki yang menyukai Lintang. Suatu hari di sebuah taman, anggres ingin mengungkapkan perasaan kepadanya, namun situasi dan kondisi membuat ia gagal mengungkapkan perasaannya. Situasi dan kondisi pun semakin memburuk akibat ada salah satu pengunjung taman yang pingsan seketika. Suasana taman pun menjadi tidak karuan. Pada akhirnya Anggres tidak jadi mengungkapkan apa isi hatinya kepada Lintang.

        Cuplikan :

        Petugas Kebersihan : Hey Sedulur......... Kaya kie nasib dadi tukang bersih-bersih. Esuk-esuk nyapu, awan nyapu, wengi-wengi nyapu. Maklumlah Duren (Duda Keren). Ya apa-apane dewek.. 

        (Ibu Dokter masuk)

        Petugas Kebersihan : Eh bu dokter ami  yang cantik, mau kemana bu ? (menghampiri Bu Dokter Ami)

        Dokter : Ini mau ke Puskesmas Pak Aldi, hari ini jadwalku di sana.

        Petugas Kebersihan : Kok jalan kaki bu ? Sendirian lagi.

        Dokter : Iya tadi naik taksi sampai depan pak. Mobilnya lagi di bengkel.

        Petugas Kebersihan : Apa mau tek anter bu ?

        Dokter : Enggak usah pak, terimakasih. Lagian tinggal 20 meter lagi nyampai. 
         
        Petugas Kebersihan : Bu Ami sudah sarapan ?

        Dokter : Sudah dong pak, sarapan kan penting agar badan sehat dan tidak mudah sakit. Ya udah saya duluan ya pak.... (langsung pergi meninggalkan pak aldy)

        (Petugas Kebersihan Masuk) 

        Petugas Kebersihan : Jaaannn... rasane adem nek esuk-esuk wis ketemu sing bening-bening kaya Dokter Ami, kapan ya aku bisa jalan bareng kambi Dokter Ami ?

        Hansip : (Tiba-tiba datang) Esuk esuk bukane kerja malah ngayal bae koe di.... di. Mbok ya sadar diri, koe sapa bu ami sapa?

        Petugas Kebersihan : Aku ya sadar diri Pak Aris, aku duda, bu dokter Ami janda, kan cocok. Ngomong bae rika kepengin.

        Hansip    : Bukane kaya kuwe di, kowe kuwe mung petugas kebersihan , lah bu Ami kan dokter. Mbok ya ngaca.....

        Petugas Kebersihan :  Aku ya selalu ngaca, aku ganteng, gagah. Ora kaya rika, wis gendut, elek maning. Hahahaha...

        Hansip    : Wislah aku arep keliling bae. Suwe-suwe aku bisa setres ngladeni bocah edan kaya koe.
        ( langsung pergi)

        Petugas Kebersihan        : yawis nganah, nyepeti mata bae.

        (Rifa dan Nindi datang ke taman)

        Rifa    : nin, nindi kita duduk disana aja ya ? Kayaknya tempatnya enak (menunjuk bangku)

        Nindi    : (jalan menuju tempat duduk) sini aja si yang?

        Rifa    : yaa kan aku udah nunjuk tempat itu yang (kesel)

        Nindi    : Hehehe.. udah sini cepet Rifa sayaaaang. Apa ngga cape berdiri terus?

        Rifa    : (jalan mendekat kemudian duduk) 

        Nindi    : eh eh yang liat tuh tukang sapu itu. Kamu besok jangan kaya dia ya.

        Rifa    : ya engga mau lah yang. Aku penginnya jadi pengusaha kaya dong, biar punya pacar banyak.

        Nindi    : oh jadi gitu!!! (nada tinggi)

        Rifa    : becanda lah yang. Aku kan Cuma sayang sama kamu.

        Nindi    : eh yang kasihan juga ya nasib tukang sapu itu. Udah jelek, item, kerjannya kaya gitu lagi�

        Petugas Kebersihan        : (bersih bersihnya mendekati Rifa dan Nindi)

        (Anggres dan Lintang masuk lalu duduk)

        Anggres    : Lintang, Kamu tau ngga kenapa pelangi dan bulan ngga bisa dilihat bareng?

        Lintang    : ya kan pelangi adanya di siang hari dan bulan adanya di malam hari, gimana si kamu?

        Anggres    : tapi aku bisa liat pelangi di malam hari loh.

        Lintang    : ya ngga mungkin lah!. (nada tinggi)

        Anggres    : ya mungkin aja, kan pelanginya ada di mata kamu.

        Lintang    : ah kamu bisa aja.

        Petugas Kebersihan        : (ikutan nimbrung percakapannya anggres dan lintang) Kenapa wanita itu suka cokelat ?

        Lintang    : kenapa?

        Petugas Kebersihan       : karena.. cokelat itu manis, kaya saya. Ah sudahlah aku mau bersih bersih ditempat           lain aja. (langsung pergi)

        Rifa    : yang keliling taman aja yuk?

        Nindi    : ayuk

        Penjual Kacang   : (masuk) kacang kacang.. mba beli kacangnya mba? Mas beli kacangnya mas?

        Anggres    : (sambil jalan mendekati kemudian duduk) kacangnya berapaan bu?

        Penjual Kacang      : dua ribuan mas. Mau beli berapa?

        Anggres    : beli dua aja bu.

        Lintang     : ih nggres, masa makan kacang si?

        Anggres     : daripada makan ati

        Hansip     : (masuk) jaan enak nek kerja kaya kie terus. Ayem, tentrem, damai, sejahtera. Haha.. eh bu Naurul ? sudah lama bu?

        Penjual Kacang  : barusan pak hansip. Mau kacang?

        Hansip    : ya boleh bu, satu aja ya? Larisan kan bu?

        Penjual Kacang     : ya kaya gini lah pak, kadang laris kadang engga. Namanya juga usaha, ya ada pasang surutnya pak.

        Penjual Es    : es, es, es�.

        Hansip    : mba estri� mau es nya satu.

        Penjual Es     : ini pak. Bu naurul mau es apa engga?

        Penjual Kacang       : engga mba, aku udah bawa air minum sendiri. (sambil mengeluarkan air minum           dari rinjing)

        Lintang    : nggres, masa cuma makan kacang si? Beli es nya juga dong..

        Anggres    : sebentar.. mba aku es nya dua ya.

        Penjual Es     : iya mas, ini. (memberikan es)

        Pengemis    : (masuk meminta minta) Mba minta mba, bu minta bu, buat makan. Belum makan dari pagi bu� minta bu.. makasih mba makasih bu.

        (anak alay masuk dengan heboh)

        Afri    : sana aja, sana�

        Firda    : ayo cepet ambil hapenya..

        Ismi    : ya sebentar..

        (mulai berselfie disetiap sisi ruangan)

        Diah    : eh cari tempat lain yuk..

        Anak alay    : ayoo�

        Penjual Kacang      : pak hansip, mba estri, aku keliling lagi ya�..

        Hansip & Penjual Es    : oke bu, ati ati bu....

        Anggres    : lintang, kamu tahu nggak kenapa kamu aku ajak kesini?

        Lintang    : enggak, emangnya kenapa?

        Anggres    : aku.. (langsung bt dan diam karena petugas kebersihan datang)

        Petugas Kebersihan      : (masuk dan jalan terus) wiiihhh�... pegawean rampung, gari istirahat�.. hehe.... Lho..lho�lho, kie deneng sampah pada berantakan?

        Hansip    : ya gari bersihna koh, aja mung ngomong� haha..

        Petugas Kebersihan      : mesti kie polaeh rika ya pak! Sembarangan!

        Hansip    : geh pak, pengunjung akeh, sing mangan kacang juga udu aku tok. (nyindir lintang           dan anggres)

        Petugas Kebersihan    : (marah dan berniat untuk menganggu lintang dan anggres dengan mulai menyapu mendekati lintang dan anggres)

        Lintang    : kamu tadi mau ngomong apa?

        Anggres    : sebenarnya�.. aku�

        Petugas Kebersihan   : (nyapunya makin dekat ke lintang dan anggres)

        Anggres    : (geleng geleng kesel sambil ngajak lintang pindah tempat duduk) Tang, pindah sana aja yukk..

        Lintang    : ya bolehlah�

        Pengemis    : (masuk dan duduk di tangga sambil mijitin kaki) Urip nang dunya kaya kie temen ya. Wis ora teyang ngapa ngapa bisane ngemis.  Jan jane aku ya isin banget kudu njaluk nganah ngeneh, tapi nek ora ngemis aku sarapan kang endi? Mangan awan wengi kang endi? Awak wis ringkih� nek ora mangan ya mriyang.

        Lintang    : udah nggres, mau ngomong apa sekarang?

        Anggres    : a� aku� itu�. sebenernya� aku.. ?(gugup dan mulai engga bisa ngatur kata kata)

        Pengemis    : (datang menuju anggres dan lintang) mas minta mas, mba minta mba.. 

        Lintang     : (memberi uang)

        Anggres    : siaaal! Kenapa si harus pada ganggu? (mulai marah)

        Lintang    : lho siapa yang ganggu? Kasihan tahu nggres coba kalau ibumu yang jadi kaya dia?

        Anggres    : iya deh iya..

        Pengemis    : (duduk disamping penjual es)

        Penjual Es        : mau es bu anis?

        Pengemis    : engga usah mba estri, aku nanti minum di rumah aja.

        Penjual Es     : yaudah kalau gitu aku mau muter dulu ya bu. Masih lumayan banyak.

        Pengemis    : nggih mba..

        Lintang    : cepet nggres tadi mau ngomong apa?

        Anggres    : (sambil tengak tengok melihat kondisi taman) Gini tang, langsung aja ya.. Aku sama kamu kan udah kenal lama..

        Lintang    : terus?

        Anggres    : nah aku itu sebenarnya��.

        Pengamen    : (datang sambil genjrang genjreng mengelilingi taman)

        Pengemis    : mas lagunya ganti kurang enak��.

        Pengamen : (ganti lagu)

        Pengemis    : ganti�. ganti�.. ganti��.lagu. . . . . . . . . . . . . . . . . .  aja mas..

        Pengamen: (ganti lagu mengikuti kemauan pengemis)

        Pengemis    : eh coba lagu. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  mas mba..

        Yeni    : bu, sebenarnya maunya ibu apa sih?

        Pengemis    : mas, mba, kalian kan ngamen, aku minta lagu sedikit aja, buat hiburan.

        Habib    : yaudah, ibu maunya lagu apa?

        Pengemis    : udah ngga usah lah ngga usah. Ini uangnya.. (memberikan uang seratus ribu rupiah)

        Fajar    : kami ngga punya uang banyak untuk kembaliannya.

        Pengemis    : udah ambil aja semuanya.

        Yeni    : beneran bu?

        Pengemis    : iya

        Habib    : makasih banyak ya bu.

        Fajar    : alhamdullillah..

        Pengamen : (duduk menghitung hasil ditaman)

        Habib    : eh jar, fajar.. kalau kaya gini terus cepet kaya kita. Hahaha..

        Fajar    : kaya dari hongkong! Udah kerja aja yang bener. Kalau udah dapet banyak baru boleh mengkhayal.

        Yeni    : dasar tuh habib. Baru aja dapet seratus ribu satu aja udah sok kaya orang kaya.

        Habib    : kaya kie maksudku Fajar, yeni. Awal ngamen olih 100.000, nah nek tekan sore kaya kie terus mbok cepet sugih?

        Pengemis    : (jalan menuju pengamen) mba minta mba, mas minta mas.

        Yeni    : Fajar, Habib, kasihan tuh pengemisnya, tadi udah baik banget sama kita.

        Habib    : (mengasihkan semua uangnya kepada pengemis) ini bu, adanya segini.

        Pengemis    : makasih mas. (kemudian pergi)

        Fajar    : kasihan ya pengemis itu, Udah tua harus mencari uang kaya gitu.

        Habib    : tapi wonge apik, eman. Dewek ngamen be diwei 100.000.

        Yeni    : nah iya, jarang jarang wong ora due tapi gelem aweh, Akeh maning.

        Habib    : wis jajal diitung dewek olih duit pira jar?

        Yeni    : iya, sekalian golet tempat makan ya? Aku urung sarapan.

        Habib    : setuju banget, aku ya urung sarapan, mbok malah mriyang.

        Fajar    : (bingung, garuk garuk kepala) duit? duit sing endi?

        Habib    : (agak nyolot) ya duit hasil ngamen lah..

        Fajar    : lah mbok miki di wehna pengemis kabeh nang koe bib?

        Yeni    : alamaaaakkk! Ayuh uber pengemise. Njaluk jujulan nggo sarapan dewek.

        Pengamen : (pergi menyusul pengemis)

        Lintang    : ayo nggres, kamu mau ngomong apa sih sebenarnya?

        Anggres    : aku� apes..

        (Anak alay datang mengacaukan suasana dan langsung duduk dibangku taman)

        Lintang     : apes gimana?

        Anggres    : (tetap diam dan bad mood)

        Lintang    : kenapa nggres ? Kok kamu diem?

        Diah    : gaes, perutku sakit banget nih, belum sarapan, malah belum makan dari semalem.

        Afri    : ah manja kamu lah.

        Firdha    : Iya, bener tuh kata Afri, kaya apa banget dikit-dikit minta makan.

        Ismi    : Eh, kasihan tauu, emang diah engga makan kenapa?

        Diah    : Engga cocok sama lauknya. Eh, sumpah aku lemes banget nih.

        Afri    : Udah tahan bentar, habis ini kita makan deh. Kita foto di sini siiii..

        Firdha &  Ismi  : Ayoo

        Diah    : Ismi, Firdha (tiba-tiba jatuh pingsan)

        Afri    : Tolong�����������tolong��������.
               
        ( suasana taman menjadi gaduh)

        Petugas Kebersihan    : (Lari memanggil bu dokter)

        Zafira    : (Masuk dan liat-liat takut anaknya yang pingsan) (Lari dan nangis) Diiiiaaaaahhhh���.kamu di bilangin bandel banget sih�.., suruh makan aja harus lauknya macem-macem!! Mbok ya makan biar ga sakit!!

        (Bu dokter masuk bareng PK)

        Petugas Kebersihan    : Tenang��.tenang��.., ini udah ada bu dokter��

        Dokter    : Sebentar saya periksa dulu.

        Zafira    : Ini anak saya dok, dia belum makan dari semalem.

        Dokter    : Oooh pantesan�, ini anak pingsan karena, belum makan dari semalem tidak ada asupan yang masuk ke dalam tubuh, jadi badan terasa lemas dan pingsan. Untuk semuanya, ingat ya�., sarapan itu sangat penting sebagai tenaga kita saat beraktivitas, jadi jangan sampai kita tidak sarapan, apalagi tidak makan dari semalam, ingat. Sarapan yang baik sebelum jam 9. Ya udah ini dibawa ke puskesmas saja.

        Anggres    : Kan apes���arep nembak cewe be..ora bisa-bisa

        Petugas Kebersihan   : Kawuss�..nek arep pacaran, kerja disit ya�.!!

        Anggres    : (nendang tempat sampah) kue kerja, rika kerja kue (pergi)

        Petugas Kebersihan   : Owalah kurang ajar kae bocah. Waduh kerja maning�..kerja maning�.., nasib�..

        Baca juga : Pengertian tari dan aspek tari menurut ahli

        Nah itu dia ceritanya sobat. Gimana ? Bagus ya ? Hehe, semoga bisa membantu. Oh iya, naskah drama teater ini bukan buatan saya, jadi mohon untuk digunakan dengan sebaik-baiknya.


        Read More