Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts
8 Jenis Tradisi Lisan Yang Dikenal Masyarakat Indonesia

8 Jenis Tradisi Lisan Yang Dikenal Masyarakat Indonesia

8 Jenis Tradisi Lisan Yang Dikenal Masyarakat Indonesia - Tradisi lisan, budaya lisan dan adat lisan adalah pesan atau kesaksian yang disampaikan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya
Read More
Langkah - Langkah Membuat Teks Naskah Drama

Langkah - Langkah Membuat Teks Naskah Drama

Langkah - Langkah Membuat Teks Naskah Drama | Sakuilmu.net - Drama merupakan salah satu karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Untuk menampilkan sebuah drama yang baik dan menarik diperlukan sebuah naskah / teks drama yang bisa dipahami oleh semua pemain drama.

Sebuah drama akan terasa hidup jika dilengkapi dengan setting tata panggung yang baik, pengiring musik atau lagu tertentu yang menggabungkan beberapa unsur seni. Dan pengaturan ini juga bisa dituangkan dalam sebuah naskah / teks drama.

Pada kesempatan ini Sakuilmu akan memberikan tips berupa langkah-langkah membuat teks naskah drama yang baik. Mungkin saja Sobat Sakuilmu memang sedang dan atau baru saja akan membuat naskah drama untuk tugas sekolahnya, artikel mengenai langkah-langkah membuat teks naskah drama ini semoga bisa membantu

Untuk menyusun atau menulis teks naskah drama diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan jenis-jenis drama dan unsur-unsur yang ada dalam drama seperti adegan, prolog, epilog, dialog dan monolog yang bisa Sobat baca pada artikel terdahulu.

 Langkah - Langkah Membuat Teks Naskah Drama

Langkah - Langkah Membuat Teks Naskah Drama


Supaya drama yang ditampilkan menarik, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah naskah drama itu sendiri. Naskah drama harus menarik sehingga pesan apa yang ingin kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh para penonton.

Berikut langkah-langkah dalam membuat teks naskah drama :
  • Menentukan ide cerita atau tema cerita.
  • Menentukan tokoh, penokohan, latar dan alurnya.
  • Mengembangakan ide cerita dengan memperhatikan keaslian ide.
  • Menyusun adegan demi adegan dan dialog demi dialog serta dilengkapi dengan teks samping atau petunjuk teknis.
  • Menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan latar cerita.
  • Menyunting naskah drama yang telah ditulis.

Perhatikan hal � hal berikut dalam menulis naskah drama :
  • Ide cerita tidak mencontek karya orang lain.
  • Penokohan atau pelukisan karakter tokohnya sebaiknya dijelaskan.
  • Dialog yang disusun menggunakan ragam bahasa lisan yang komunikatif dsn menyerupai kehidupan manusia sehari � hari.
  • Sangat diperlukan petunjuk teknis atau teks samping agar pembaca atau penikmat drama itu mengetahui dan dapat membayangkan adegan dengan jelas.
  • Menyesuaikan gaya bahasa dengan latar dan tokoh serta menyesuaikan unsur � unsur lainnya.
Referensi :
http://duniasastraku15.blogspot.co.id/
Read More
Pengertian Adegan, Prolog, Epilog, Dialog dan Monolog dalam Drama

Pengertian Adegan, Prolog, Epilog, Dialog dan Monolog dalam Drama

Pengertian Adegan, Prolog, Epilog, Dialog dan Monolog dalam Drama | Sakuilmu - Pada artikel yang lalu kita sudah mengenal definisi atau pengertian drama menurut para ahli dan jenis-jenis drama yang ada pada saat ini. Tahukah Sobat, jika sebuah drama disusun berdasarkan banyak unsur diantaranya adalah adegan, prolog, epilog, dialog dan monolog.

Dengan adanya unsur-unsur adegan, prolog, epilog, dialog dan monolog dalam drama, sebuah drama bisa menjadi hidup dan menarik untuk ditonton. Terkadang dengan penyusunan alur cerita yang baik, penonton bisa menghayati pementasan drama tersebut. Kira-kira apakah definisi atau pengertian dari adegan, prolog, epilog, dialog dan monolog tersebut ya?

Pengertian Adegan, Prolog, Epilog, Dialog dan Monolog dalam Drama

pengertian adegan, plogog, epilog, dialog dan monolog
Adegan merupakan bagian dari drama | id.wikipedia.org

1. Pengertian Adegan

Adegan merupakan bagian dari drama yang menunjukkan perubahan peristiwa yang ada dalam sebuah pementasan drama. Perubahan peristiwa ini ditandai dengan pergantian tokoh atau setting tempat dan waktu. Misalkan dalam adegan pertama terdapat tokoh A sedang berbicara dengan tokoh B.  Kemudian mereka berjalan ke tempat lain lalu bertemu dengan tokoh C, maka terdapat perubahan adegan di dalamnya.

2. Pengertian Prolog

Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Prolog memainkan peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon (cerita) yang akan disajikan. Itulah sebabnya, prolog sering berisi sinopsis lakon, perkenalan tokohtokoh, dan pemeranannya, serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung.

3. Pengertian Epilog

Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Isinya, biasanya berupa simpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang baru saja disajikan.

4. Pengertian Dialog

Dialog adalah percakapan para pemain. Dialog memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama. Artinya, jalannya cerita drama diketahui oleh penonton lewat dialog para pemainnya.

5. Pengertian Monolog

Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. Apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain.

Demikian Sobat pengertian adegan, prolog, epilog, dialog dan monolog yang merupakan unsur dalam sebuah drama. Semoga bermanfaat.
Read More
Pengertian Drama dan Jenis Drama Menurut Para Ahli

Pengertian Drama dan Jenis Drama Menurut Para Ahli

Pengertian Drama dan Jenis Drama Menurut Para Ahli  | Sakuilmu - Di dalam kehidupan kita tentu saja pernah mendengar istilah drama. Bahkan mungkin beberapa dari kita sering melihat atau mungkin hobi melihat drama. Ada beberapa drama yang memiliki alur cerita sedih berdasarkan pengalaman hidup seseorang. Terkadang orang yang melihatnya ikut larut dalam kesedihan tersebut.

Namun tahukah Sobat sebenarnya apa definisi drama atau naskah drama? Barangkali disekolah kita sudah mengenal dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Pada kesempatan ini, Sakuilmu ingin juga berbagi sedikit informasi mengenai pengertian naskah drama menurut para ahli.

Pengertian dan Jenis Drama Menurut Para Ahli

 
Pengertian Drama dan Jenis Drama Menurut Para Ahli

1. Pengertian Drama

Drama merupakan genre (jenis) karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan. Kisah dan cerita dalam drama memuat konflik dan emosi yang secara khusus ditujukan untuk pementasan teater. Naskah drama dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dipentaskan untuk dapat dinikmati oleh penonton.

Berikut ini beberapa pengertian Drama menurut para ahli yang bisa kita ketahui :
  • Menurut Imam Suryono Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalan suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan. Sandiwara adalah sebutan lain dari drama di mana sandi adalah rahasia dan wara adalah pelajaran. Orang yang memainkan drama disebut aktor atau lakon 
  • Menurut Molton drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak (life presented in action). 
  • Menurut Ferdinand Brunetierre drama haruslah melahirkan kehendak dengan action. 
  • Menurut Baltazhar Vallhagen drama adalah kesenian melukiskan sifat dan sikap manusia dengan gerak. 
  • Menurut Sendarasik naskah drama merupakan bahan dasar sebuah pementasan dan belum sempurna betuknya apabila belum dipentaskan. Naskah drama juga sebagai ungkapan pernyataan penulis (play wright) yang berisi nilai-nilai pengalaman umum juga merupakan ide dasar bagi actor. 
  • Menurut Waluyo, pengertian naskah drama adalah salah satu genre karya sastra yang sejajar dengan prosa dan puisi. Berbeda dengan prosa maupun puisi, naskah drama memiliki bentuk sendiri yaitu ditulis dalam bentuk dialog yang didasarkan atas konflik batin dan mempunyai kemungkinan dipentaskan

2. Jenis - Jenis Drama 


Setelah kita mengetahui definisi atau pengertian drama menurut para ahli diatas, tentu kita memiliki gambaran bukan? Kali ini kita juga akan mengenal beberapa jenis drama yang ada saat ini. Secara sederhana, jenis-jenis drama dapat dikelompokan seperti dibawah ini :
  • Jenis Drama tragediyaitu drama yang melukiskan kisah duka atau kejadian pahit sedih yang amat dalam atau yang disebut juga yang aktor utama mati 
  • Jenis Drama komedi adalah drama ringan yang biasanya bercerita tentaang yang kucu-lucu yang bersifat menghibur, menyindir, penuh sloroh dan berakhir dengan kebahagiaan. 
  • Jenis Drama Tragi komedi berupa drama gabugan dari tragi dan komedi 
  • Melo yakni drama lakuan tragedy yang berlibih-lebihan. 
  • Dagelanyaitu jenis drama murahan atau dikatakan juga dengan komedi picisan (biasanya naskah drama ini diiringi musik riang) 
  • Opera atau operet yaitu dialog yang diiringi dengan musik yang didalamnya dimasukan nyayian atau lagu. 
  • Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan. 
  • Tablau adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya. 
  • Passie adalah drama yang mengandung unsur agama / relijius. 
  • Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah boneka wayang. 
Demikian Sobat Sakuilmu, penjelasan mengenai pengertian drama serta jenis drama menurut para ahli. Semoga bermanfaat.
Read More
Contoh Cerita Anekdot Lucu Beserta Pengertiannya

Contoh Cerita Anekdot Lucu Beserta Pengertiannya

Contoh Cerita Anekdot Lucu Beserta Pengertiannya � Anekdote merupakan cerita yang mengandung kisah jenaka. Menurut KBBI, anekdote merupakan kisah jenaka/lucu yang menarik dan mengesankan. Anekdot dapat menceritaan kisah/kejadian yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Cerita yang disampaikan cukup singkat dan penuh makna. Dalam cerita jenaka tersebut, dapat tersimpan maksud untuk menghibur atau dapat pula untuk menyindir seseorang. 

Tujuan Anekdot


Teks anekdot memiliki tujuan sebagai berikut:

- Menghibur. Ciri khas teks anekdote ialah menceritakan peristiwa-peristiwa lucu yang dapat membangkitkan tawa dan bertujuan untuk menghibur pemirsa. 
- Menyampaikan makna/Nasehat melalui candaan. Meski anekdote merupakan kisah jenaka namun banyak juga digunakan untuk menyampaikan nasehat atau sindiran kepada seseorang melalui kisah jenaka tersebut.

2 Contoh Cerita Anekdot Lucu 


[Contoh 1] Ada Fiesta?

Suatu sore hari, adik menangis ingin makan pakai Nugget Fiesta kesukaannya. Namun, ketika Ibu akan menggorengkan nugget, ternyata persediaannya telah habis. Lantas, Ibu menyuruhku untuk membeli beberapa nugget Fiesta di Alfamart depan simpang rumah. Saya pun memenuhi perintah Ibu membeli nugget Fiesta di Alfamart tersebut. Sesampainya di sana Saya langsung masuk, Saya disambut karyawan Alfamart dengan ramah. Saya langsung mencari nugget Fiesta, namun Saya tak kunjung menemukannya. Sehingga Saya pun menanyakan kepada petugas Alfamart di kasir,

Saya : Mas, Ada Fiesta?
Petugas : Fiesta? Oh ada. Kakak mau rasa apa Fiesta-nya?
Saya : Sekarang Fiesta ada sensasi rasa?
Petugas : Ada kakak, sekarang Fiesta tersedia dalam berbagai varian rasa. Biar gak bosen, wanginya beraneka macam, dan pasti tetap nyaman. Mau rasa apa? Strawberry, Vanila, chocolate, dan lain-lain.
Saya : Mas, Saya mau beli Fiesta Chicken Nugget. -__-
Petugas : Oh, maaf kakak. Saya kira Kakak mau beli Fiesta yang lain :D. Kebetulan Fiesta Chicken nugget persediaan kami sedang kosong kakak. 
Saya : Yaelah... Yasudah, Terima kasih Mas. 


Advertisement
[Contoh 2] Kena Tilang

Akhirya Tono mendapatkan skuter matiknya. Sudah lama ia meminta kepada ayahnya untuk dibelikan motor matik agar tidak telat ke sekolah. Tono pun tancap gas menuju sekolahnya. Perjalanan ke sekolah hari itu terasa amat menyenangkan, bibirnya pun tak berhenti tersenyum. Namun ketika di perjalanan, terjadi insiden yang tidak diharapkan, Tono dikejar polisi dan dipaksa untuk menghentikan perjalanannya. Tono pun mengarahkan motornya ke bahu jalan.

Polisi : Selamat siang dik?
Tono : Siang Pak, Salah saya apa Pak? 
Polisi : Adik tahu, tadi arti lampu merah???
Tono : Iiiya, tahu pak.  lampu merah artinya berhenti pak. 
Polisi : Lantas kenapa Adik menerobos jalan saat lampu merah???
Tono : Maaf pak,Saya gak liat kalu dibelakang saya ada bapak, hehhee.
Polisi : Kamu ini. Coba tunjukkan SIM, KTP, dan STNK!
Tono : (mengeluarkan dokumen-dokumen dari dalam dompetnya). Ini Pak.
Polisi : (mengecek dokumen yang diberikan Tono). Mana SIM � nya???
Tono : Pak, ini SIM saya satu-satunya. Bisa kacau kalau Saya berikan ke Bapak.
Polisi : Saya tidak peduli, cepat keluarkan SIM nya!
Tono : iiiya Pak, tunggu sebentar. (membuka jok motornya untuk mengambil SIM). Ini Pak, SIM saya. 
Polisi : (Melihat, mengamati, dan mencermati SIM yang diberikan Tono). Apa ini?
Tono : Bapak tadi minta Saya mengeluarkan SIM saya kan pak? iya ini SIM saya satu-satunya pak.
Polisi : Kamu mau membodohi Saya ya? SIM itu Surat Ijim Mengemudi bukan Subscriber Identity Member alias kartu SIM.
Tono : Ohh gitu, seharusnya Bapak memberitahu Saya dari awal kalau SIM yang Bapak maksud adalah Surat Ijin mengemudi, bukan SIM kartu HP Pak. Ah Bapak Kan jadi Mubazir energi saya terbuang begitu saja.
Polisi : Hey! kamu ngajarin Saya??? Mana SIM kamu, cepat keluarkan !
Tono : Hehe, iya pak maaf. Saya belum memiliki surat ijin mengemudi Pak?
Polisi : Lantas kenapa kamu berani mengemudikan kendaraan di jalan raya? Kamu tahukan rasanya ditilang?
Tono : Tilang pak??? aduh jangan dong pak, kita pakai cara damai sajalah pak.
Polisi : Kamu mau mencoba menyuap saya??? Berani-beraninya kau. (menulis keterangan ditilang diatas kertas berwarna meriah).Kamu saya tilang karena menerobos lampu merah dan tidak memiliki SIM, ini surat tilang motor kamu. Sampai bertemu dipengadilan.
Read More
Contoh Wacana Tentang Kesehatan Masyarakat (Terbaik)

Contoh Wacana Tentang Kesehatan Masyarakat (Terbaik)

Contoh Wacana Tentang Kesehatan Masyarakat (Terbaik) - Di bawah ini adalah dua buah contoh wacana tentang kesehatan masyarakat.

Wacana 1 


Perangi Nyamuk Demam Berdarah dengan 3 M

Hewan pengganggu yang satu ini memang berukuran kecil, tetapi jangan meremehkan dampak gigitannya. Sekali saja mereka menggigit, maka Anda akan terkena penyakit demam berdarah yang sangat berbahaya. Apa itu demam berdarah? Demam berdarah adalah penyakit menurunnya trombosit atau sel darah merah dalam tubuh akibat virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegpty.

Virus ini sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan kematian bagi sebagian orang. Bahkan pada beberapa waktu yang lalu, pemerintah pernah menetapkan kasus ini sebagai kejadian luar biasa di berbagai daerah. Gejala ini diawali dengan demam tinggi hingga mencapai 41 derajat celsius dan hari berikutnya demam tersebut akan turun seolah-olah penderita telah sembuh, tetapi sebenarnya pada masa itu virus sedang dalam masa inkubasi, kemudian tubuh akan kembali panas.

Satu-satunya cara untuk mencegah virus ini adalah dengan menekan pertumbuhan nyamuk aedes aegypti, yaitu dengan melakukan gaya hidup 3 M di lingkungan rumah kita. Apakah 3 M itu? M yang pertama adalah menguras. Kita harus rajin menguras bak mandi karena disanalah tempat � tempat yang ideal bagi nyamuk untuk menaruh telur-telurnya. Lakukan kegiatan menguras ini minimal seminggu tiga kali, sehingga telur-telur nyamuk yang ada di sana tidak akan sempat menetas.

M yang kedua adalah mengubur barang-barang bekas. Kuburlah semua barang-barang bekas yang dapat memungkinkan menampung air, seperti kaleng bekas, ban bekas, dan lain-lain, sehingga nyamuk tidak bisa berkembang di dalamnya.

M yang terakhir adalah menutup tempat-tempat penampungan air di rumah. Tutuplah semua wadah-wadah penampungan air, seperti ember, vas bunga, dan lain-lain, dengan begitu nyamuk tidak memiliki tempat untuk berkembang biak.

Demikianlah upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk melindungi diri kita dari penyakit demam berdarah ini. Dengan gerakan 3 M ini maka dipastikan nyamuk tidak akan memiliki tempat berkembang di rumah, sehingga kita bisa terbebas dari demam berdarah.


Advertisement

Wacana 2


Hidup Bersih Membawa Nikmat

Kita sering sekali melihat slogan � slogan tentang kebersihan di berbagai tempat. Contohnya adalah, kebersihan adalah sebagian dari iman, bersih itu sehat, dan lain-lain. Tulisan-tulisan tersebut benar adanya, bahwa kebersihan itu sangatlah penting dalam kehidupan kita. Dengan kebersihan, tentunya kita akan terhindar dari segala macam penyakit. Hal ini dikarenakan hampir sebagian besar kuman dan virus sumber penyakit berasal dari tempat yang kotor.

Oleh sebab itu, kita harus menjaga kebersihan, dimulai dari kebersihan diri kita sendiri hingga kebersihan lingkungan sekitar kita. Menjaga kebersihan diri bisa dimulai dari memotong kuku secara rutin, karena kuku adalah tempat yang paling kotor diantara seluruh bagian tubuh kita. Di sanalah hidup berbagai macam penyakit. Selain memotong kuku, mandi dua kali sehari juga cukup untuk membuat tubuh kita tetap sehat.

Setelah kebersihan tubuh terjamin, jangan lupa untuk memperhatikan kebersihan lingkungan. Ada pepatah yang mengatakan kualitas manusia tergantung dengan kebersihan lingkungannya. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan berarti menjaga kualitas hidup kita. Menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan cara membersihkan selokan, membersihkan sampah, dan masih banyak lagi. Apabila lingkungan bersih, maka kita manusia yang tinggal di dalamnya akan merasa aman dan nyaman, serta jauh dari penyakit yang mengintai.

Oleh karena itu, dengan terjaganya kebersihan, baik kebersihan diri dan lingkungan kita, maka tiada penyakit yang mendekat, sehingga akan tercipta masyarakat yang sehat dan berkualitas. 
Read More
Contoh Wacana Pendidikan Karakter Lengkap

Contoh Wacana Pendidikan Karakter Lengkap

Contoh Wacana Pendidikan Karakter Lengkap - Di bawah ini adalah contoh wacana pendidikan mengenai pendidikan karakter, semoga dapat menjadi referensi yang bermanfaat buat Anda. 

Membentuk Generasi Baik dengan Pendidikan Karakter

Runtuhnya moral, akhlak, maupun karakter yang ada pada masyarakat saat ini merupakan suatu permasalahan yang sudah bukan rahasia lagi. Pergaulan bebas dikalangan remaja, seperti penggunaan narkoba dan seks bebas juga bukan hanya terjadi di kota-kota besar saja, tetapi terjadi juga hingga ke pelosok-pelosok negeri. Mengapa semua hal ini bisa terjadi? Apakah nilai-nilai kita sebagai bangsa timur telah tergerus dengan budaya-budaya barat, atau apakah ini bagian dari evolusi manusia?

Jika diruntut hingga ke akar permasalahannya, pendidikan adalah penyebab dari masalah itu semua. Lalu mengapa masalah tersebut ada pada pendidikan? Bukankah kita telah banyak menciptakan orang-orang pintar nan genius yang bahkan telah diakui hingga ke seluruh penjuru dunia? Memang benar pendidikan kita telah menciptakan orang-orang pintar, tetapi tidak menciptakan orang-orang berakhlak atau bermoral, sehingga para orang pintar itu malah memintarkan alias menipu orang lain (korupsi).

Pendidikan saat ini yang hanya menekankan pada hasil bukan proses di anggap telah gagal menciptakan generasi yang baik, sehingga saat ini pendidikan karakter dianggap penting untuk dilakukan dalam rangka memperbaiki moral bangsa Indonesia. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa, sehingga mereka memiliki karakter yang baik di dalam dirinya. Dalam pendidikan karakter sendiri, ada 18 nilai-nilai moral yang baik untuk ditanamkan pada siswa-siswa di sekolah, diantaranya adalah: 

Nilai religius, yaitu sikap yang ditanamkan untuk patuh dalam melaksanakan ajaran agama, karena semua agama baik dalam mendidik umatnya. Oleh karena itu, jika siswa memiliki nilai religius di dalamnya, maka mereka akan cenderung berperilaku yang baik pula.

Kejujuran, yaitu sikap yang didasari untuk selalu berkata dan berperilaku dengan jujur, sehingga para siswa kelak akan menjadi orang baik yang selalu dapat dipercaya, baik dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaannya.

Toleransi, adalah sikap atau tindakan yang ditanamkan untuk selalu menghargai perbedaan-perbedaan di dalam lingkungan, sehingga kelak akan tercipta masyarakat yang hidup dengan damai.

Disiplin, merupakan sikap yang menunjukan perilaku taat terhadap aturan yang berlaku. Nilai ini ditanamkan kepada siswa, agar kelak mereka tumbuh menjadi masyarakat yang patuh terhadap hukum.

Advertisement
Kerja keras, yaitu sikap yang ditanamkan untuk selalu berusaha dan tidak mengenal putus asa. Hal ini ditanamkan kepada siswa agar menjadi pribadi yang tangguh di masyarakat.

Kreatif, bermakna sebagai daya imajinasi yang harus dilatih dan dikembangkan di dalam diri siswa untuk mandiri, dan tidak menjadi pribadi yang konsumtif dalam kehidupannya.

Demokratis, yaitu nilai yang ditanamkan kepada siswa untuk berfikir dan bersikap dengan menghargai kewajiban dan hak orang lain, sehingga kelak akan terwujud masyarakat yang demokratis.

Rasa ingin tahu, adalah sikap yang selalu berupaya mencari tahu segala sesuatu dengan cara menggalinya lebih dalam mengenai apa yang dipelajari dan dilihatnya, sehingga mereka kelak akan menjadi masyarakat yang cerdas.

Semangat Kebangsaan, merupakan perilaku yang menjadikan dirinya rela berkorban untuk bangsanya. Siswa juga sebaiknya mempunyai rasa cinta tanah air, yaitu sikap yang menempatkan kepentingan Negara di atas kepentingan kelompoknya. Jika para siswa memiliki nilai-nilai ini, maka mereka akan mengabdikan diri sepenuhnya demi kepentingan Negara dan masyarakatnya.

Menghargai Prestasi, termasuk sikap untuk mendorong siswa berprestasi dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan bermasyarakat. Sikap ini sangat berguna untuk memacu siswa berkarya dan berprestasi.

Bersahabat/Komunikatif, yaitu sikap yang mendorong siswa untuk berperilaku yang ramah terhadap sesama teman, sehingga mereka bisa menjadi teman yang baik untuk orang lain.

Cinta Damai, yaitu sikap yang mendorong siswa untuk menjauhi pertengkaran dan mengutamakan musyawarah, sehingga kedamaian akan tercipta di dalam masyarakat kelak.

Gemar Membaca, merupakan dorongan bagi siswa untuk rajin membaca karena buku adalah jendela ilmu, sehingga para siswa akan memiliki wawasan yang luas.

Peduli Lingkungan, adalah sikap yang mencintai dan menghargai alamnya, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang menjaga kelestarian alam karena alam adalah tempat tinggal yang harus dijaga.

Peduli Sosial, yaitu sikap yang menghargai orang lain di dalam masyarakat. Nilai ini perlu ditanamkan agar mereka tumbuh menjadi orang yang peduli dan mau membantu sesama.

Terakhir adalah tanggung jawab, dimana perilaku ini akan mendorong seseorang untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, baik tanggung jawab sebagai seorang warga Negara, maupun tanggung jawab sebagai seorang manusia.

Jika semua nilai-nilai tersebut ditanamkan di dalam semua kegiatan belajar mengajar, maka niscaya akan tumbuh pribadi � pribadi yang pintar dan berakhlak sebagai penerus bangsa, sehingga niscaya bangsa ini akan terhindar dari degradasi moral dan menjadi suatu Negara yang penuh dengan masyarakat yang memiliki karakter.  
Read More
Pengertian, Analisis dan Contoh Wacana Detail

Pengertian, Analisis dan Contoh Wacana Detail

Pengertian, Analisis dan Contoh Wacana Detail - Wacana adalah segala sesuatu yang berbentuk tulisan, perkataan, atau ucapan yang bersifat kontekstual. Wacana juga dapat diartikan sebagai kumpulan kalimat yang saling berangkai membentuk suatu kesatuan makna yang padu dan utuh. Dalam strata kebahasaan, wacana ditempatkan pada posisi teratas, karena wacana merupakan satuan gramatikal tertinggi dan terbesar di dalam sebuah bahasa. 

Wacana dapat berbentuk kata, kalimat, paragraf atau bahkan karangan utuh yang memiliki amanat lengkap seperti pada buku atau pun artikel. Kalimat � kalimat yang menyusun sebuah wacana haruslah kalimat yang padu dan sesuai dengan konteks, bukan kalimat � kalimat yang saling terputus dan lepas konteks. Oleh karena itu, wacana dapat diartikan juga sebagai tulisan atau perkataan yang memiliki keutuhan unsur � unsur makna dan konteks yang melingkupinya. 


Contoh Wacana 


Lawan Kanker dengan Buah Tomat

Banyak orang tidak menyukai buah yang satu ini, bahkan mereka selalu menyisakan buah tomat ketika menyantap nasi goreng atau pun gado � gado. Padahal, buah tomat mengandung zat yang mampu melawan sel kanker di dalam tubuh, yaitu zat likopen. Meskipun, zat ini banyak terkandung di dalam buah � buahan yang berwarna merah, tetapi persentase kandungan zat likopen yang terbesar ada di dalam buah tomat. 

Zat likopen adalah zat yang berfungsi sebagai zat antidioksida dan mampu menangkal radikal bebas, yaitu zat-zat beracun yang masuk ke dalam tubuh. Radikal bebas yang tidak terkontrol inilah yang akan memicu pertumbuhan sel kanker. Namun, dengan zat likopen, sel kanker akan terhalang untuk melekat pada sel � sela darah, sehingga sel kanker akan kehilangan sumber makanan dari darah yang digunakannya sebagai nutrisi untuk berkembang. Sel-sel kanker yang dapat ditekan oleh zat likopen ini adalah sel kanker epitel, seperti kanker colon, prostat, dan kanker paru � paru. 

Untuk mengoptimalkan zat likopen, sebaiknya buah tomat dikonsumsi dengan diolah terlebih dahulu menjadi bahan makanan. Hal ini dikarenakan zat likopen akan teraktivasi dengan mudah bila bercampur dengan minyak goreng ketika proses pemasakan. Namun, jangan sampai terlalu over cook karena malah akan menyebabkan zat likopen hancur. 

Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk mengkonsumsi buah tomat, terutama bagi para perokok aktif yang tubuhnya banyak dimasuki oleh radikal bebas, sehingga mencegah sel kanker berkembang di dalam tubuh kita.    

Advertisement


Contoh Analisis Wacana


Dalam analisis sebuah wacana, ada tiga bagian yang akan dianalisis, yaitu bentuk wacana, isi wacana, keutuhan wacana, dan topikalisasi. Di bawah ini adalah contoh analisis wacana pada wacana di atas.

A. Bentuk Wacana

1. Naratif

Wacana di atas adalah wacana naratif yang berfungsi untuk menceritakan sesuatu kepada para pembaca. Wacana ini memiliki bentuk yang lebih ringkas dan dicirikan dengan paragraf pembuka, isi dan penutup. Pada wacana di atas, diawali dengan kalimat pembuka yang menceritakan tentang buah tomat. Kemudian di lanjutkan dengan bagian isi yang menceritakan fungsi dan cara kerja zat likopen. Dan diakhiri dengan kalimat penutup pada paragraf akhir.

2. Jumlah Paragraf

Wacana di atas terdiri dari 4 paragraf yang masing � masing memiliki fungsi sebagai paragraf pembuka, isi, dan penutup. 

B. Isi Wacana

Isi wacana di atas berupa:

1. Memaparkan fungsi zat likopen di dalam tubuh 
2. Cara kerja zat likopen dalam menghentikan perkembangan sel kanker

C. Keutuhan Wacana

1. Kohesi

Kohesi adalah hubungan antar kalimat atau paragraf, yang menyebabkan kalimat atau paragraf tersebut menjadi padu, sehingga menjadi sebuah wacana yang utuh.

Wacana di atas menggunakan pola hubungan konjungsi, Contohnya adalah :

Hal ini dikarenakan zat likopen akan teraktivasi dengan mudah bila bercampur dengan minyak goreng ketik proses pemasakan. Namun, jangan sampai terlalu over cook karena malah akan menyebabkan zat likopen hancur.

Kata Namun, pada wacana tersebut berfungsi sebagai konjungsi yang menghubungkan antar kalimat, sehingga kalimat tersebut menjadi padu.

2. Koherensi

Koherensi dalam wacana terjadi karena adanya keterkaitan pada setiap kalimat secara semantis. Keterkaitan � keterkaitan tersebutlah yang menyebabkan kepaduan di dalam sebuah wacana.

Pada wacana di atas, ada beberapa pola koherensi, diantaranya adalah :

a. Pola sebab � akibat

Dengan zat likopen, sel kanker akan terhalang untuk melekat pada sel � sela darah, sehingga sel kanker akan kehilangan sumber makanan dari darah yang digunakannya sebagai nutrisi untuk berkembang.

b. Pola penambahan

Banyak orang tidak menyukai buah yang satu ini, bahkan mereka selalu menyisakan buah tomat ketika menyantap nasi goreng atau pun gado � gado.

c. Pola pertentangan

Banyak orang tidak menyukai buah yang satu ini, bahkan mereka selalu menyisakan buah tomat ketika menyantap nasi goreng atau pun gado � gado. Padahal, buah tomat ini mengandung zat yang mampu melawan sel kanker di dalam tubuh, yaitu zat likopen.

D. Topikalisasi

Topikalisasi adalah penandaan topik dalam sebuah wacana yang saling mendukung antar bagian dalam membentuk suatu gagasan utama. Dalam wacana ada dua jenis topikalisasi, yaitu:

1. Topikalisasi antar kalimat

Topikalisasi ini terjadi bila ada sebuah kalimat yang mengandung gagasan utama dan didukung oleh kalimat � kalimat lain.

Contoh :

Untuk mengoptimalkan zat likopen, sebaiknya buah tomat dionsumsi dengan diolah terlebih dahulu menjadi bahan makanan. Hal ini dikarenakan zat likopen akan teraktivasi dengan mudah bila bercampur dengan minyak goreng ketik proses pemasakan. Namun, jangan sampai terlalu over cook karena malah akan menyebakan zat likopen hancur.

2. Topikalisasi antar paragraf

Topikalisasi antar paragraf terjadi apabila, suatu gagasan utama terletak pada salah satu paragraf dan paragraf lain mendukungnya.

Contoh :

Pada wacana di atas, gagasan utamanya terletak di bagian paragraf pertama yaitu, buah tomat mengandung zat likopen yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Kemudian, didukung oleh paragraf, paragraf selanjutnya yang menjabarkan, fungsi zat likopen, cara kerja zat likopen, dan anjuran memakan buah tomat. 
Read More