Showing posts with label Tolak Peluru. Show all posts
Showing posts with label Tolak Peluru. Show all posts
Teknik Dasar Olah Raga Tolak Peluru

Teknik Dasar Olah Raga Tolak Peluru

Teknik Dasar Olah Raga Tolak Peluru | sakuilmu.net - Tolak Peluru adalah salah satu nomor lempar pada cabang olah raga atletik. Seorang atlet tolak peluru harus dapat melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Peluru ini merupakan peralatan utama dalam olahraga ini. Bentuknya bulat seperti bola dan terbuat dari besi. Berat Peluru, peraturan serta gambar lapangan dan ukuran tolak peluru ini telah dibahas dan dapat Sobat baca pada artikel sakuilmu.net tentang tolak peluru

Teknik Dasar Olah Raga Tolak Peluru

Pada artikel kali ini kita akan mendalami teknik - teknik dasar olah raga tolak peluru antara lain : teknik memegang peluru, teknik meletakkan peluru pada bahu dan teknik menolak peluru serta tambahan artikel  gaya tolak peluru O'brien.

Jika Sobat sakuilmu berkeinginan menjadi atlet tolak peluru, maka pengetahuan teknik dasar olah raga tolak peluru wajib Sobat ketahui, demikian juga peraturan dasar tolak peluru dan sejarah tolak peluru sebagai referensi. 

Berikut ini beberapa teknik dasar olah raga tolak peluru :

a. Teknik Memegang Peluru pada Olah Raga Tolak Peluru


Cara memegang peluru ada tiga macam yaitu:
  1. Jari jari renggang. jari kelingking ditekuk berada disamping peluru,sehingga dapat membantu untuk menahan supaya peluru tidak mudah tergeser dari tempatnya. untuk menggunakan cara ini penolak harus memiliki jari jari yang kuat dan panjang.
  2. Jari jari agak rapat,ibu jari di samping,jari kelingking berada di samping belakang peluru. jari kelingking selain berfungsi untuk menahan jangan sampai peluru mudah bergeser,juga membantu menekan pada waktu peluru ditolakkan. cara ini lebih banyak dipakai oleh atlit.
  3. Bagi mereka yang tamgannya agak kecil dan jari jarinya pendek, dapat menggunakan cara ketiga ini, yaitu jari jari seperti pada cara kedua tetapi lebih renggang, kelingking di belakang peluru sehingga dapat ikut menolak peluru, ibu jari untuk menahan geseran ke samping, karena tangan pelempar kecil dan berjari jari pendek, peluru diletakkan pada seluruh lekuk tangan.
Teknik dasar tolak peluru

b. Teknik Meletakkan Peluru pada Bahu


Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.

c. Teknik Melempar Peluru

Untuk menyiapkan kondisi fisik dapat dilakukan dengan cara seperti dibawah ini,

- Menolak peluru dengan kedua tangan
  1. Pegang peluru dengan kedua tangan didepan dada, kedua kaki dalam keadaan sejajar, lalu dorong/tolakkan peluru kedepan-atas sejauh mungkin.
  2. Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar. Kemudian ayun dan lemparkan peluru kedepan.
  3. Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar. Posisi ini dilakukan dengan membelakangi arah lemparan. Kemudian ayunkan dan lempar peluru kearah belakang atau sektor lemparan.
  4. Pada tahap berikutnya doronglah peluru dengan bantuan putaran pinggang. Tolakan masih dengan kedua tangan tetapi beben diutamakan pada tangan tolak atau tangan terkuat. Kaki masih sejajar. Tahapan ini depersiapkan untuk melakukan tolakan yang sebenarnya.
  5. Lakukan seperti diatas, hanya sekarang satu kaki berada di depan. Tolakan dilakukan dengan koordinasi bantuan dorong kaki belakang.

- Menolak peluru dengan satu tangan
  1. Peganglah peluru dengan tangan kanan dan letakkan dileher. Lanjurkan /rentangkan lengan kiri kedepan dan abadan menghadap depan. Tolakkan peluru dengan sudut parabola beberapa meter kedepan sambil melangkahkan kaki kiri kedepan. Jangan lupa kai kanan dihentakkan untuk membantu melakukan tolakan, sesaat sebelum peluru dilepaskan (Carr,1991)
  2. Lakukan gerakkan seperti diatas, hanya pada saat akan melakukan tolakan, badan diputar ke kanan untuk mengambil ancang-ancang (Carr,1991) Lakukan gerakan menolak peluru dengan awalan membelakang gunakan bantuan putaran/ pilin tubuh saat melakukan tolakan (carr,1991)
    Gaya menolak peluru berdiri
  3. Lakukan gerakan menolak peluru dengan awalan membelakang gunakan bantuan putaran/ pilin tubuh saat melakukan tolakan (carr,1991)

d. Tolak Peluru Gaya Belakang / O'brien 

Pada dasarnya teknik dasar tolak peluru gaya menyamping (otrhodok) dengan gaya belakang (O'brien) hampir sama, hanya saja pada gara o'brien dilakukan dengan membelakangi sektor lemparan.
  1. Peluru siap dipegang dan diletakkan pada pangkal leher (dengan tangan kanan).
  2. Sikap pemula berdiri membelakangi arah tolakkan. Kaki kanan tegak, kaki kiri terjulur agak lurus dan rileks kebelakang berpijak pada ujung kaki. Barat badan sebagian besar berada pada kaki kanan. Pandangan kebawah atau kedepan (sekitar 5-10 meter). Pada posisi ini seluruh bagaian badan rileks, sambil berkonsentrasi dan mengatur pernapasan.
  3. Secara bersamaan, badan dicondongkan kedepan dan kaki kiri diangkat rileks keatas hampir datar dengan tanah, lengan kiri turun-lurus-lemas kedepan-bawah. Kemudian lutut kanan dan lutut kiri sama-sama ditekuk, sehingga paha kanan hampir menyentuh dada.
  4. Dari posisi ini, lutut kiri segera diluruskan/dijejakkan/diayunkan cepat kebelakang dengan disertai tolakkan kaki kanan (lutut samping lurus). Tolakkan kaki kanan kebelakng ini harus rendah saja dan secepat mungkin agar gerakkan meluncur gerakkan ini berjalan lancar dan tidak melambung. Selama meluncur kebelakang badan tetap rendah dan condong kedepan serta masih membelakangi arah tolakkan.
  5. Akhir dari luncuran kebelakang tadi diawali dengan mendaratnya kaki kanan terlebih dahulu kira-kira pada pusat lingkaran, disusul kaki kiri berpijak agak disebelah kiri dan garis tengah, bagian ujung kaki hampir atau sedikit menyentuh bidang dalam balok penahan. Pada saat kaki ini berpijak, disinilah terjadi sikap/posisi menolak.
  6. Dari sikap/posisi menolak ini, peluru segera ditolakkan dengan cara seperti telah diuraikan terdahulu yaitu Tahapan-tahapa dalam Tolak Peluru 

Demikian Sobat sakuilmu, artikel mengenai Teknik Dasar Olah Raga Tolak Peluru, semoga bermanfaat.
Read More
Definisi dan Peraturan Tolak Peluru Terlengkap

Definisi dan Peraturan Tolak Peluru Terlengkap

Peraturan Tolak Peluru Terlengkap | sakuilmu.net - Olah raga tolak peluru merupakan salah satu cabang olah raga yang ada dalam nomor olah raga lempar dalam perlombaan olah raga atletik. Berdasarkan Sejarah Olah Raga Tolak Peluru, bahwa olah raga ini sudah dikenal dan telah ada sejak 2000 tahun yang lalu. 

1. Definisi Tolak Peluru


Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar(peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh jauhnya.

Meskipun masuk dalam cabang olah raga lempar didalam atletik, olah raga tolak peluru tidak dilakukan dengan melempar.

2. Peralatan Olah Raga Tolak Peluru 

Olah raga tolak peluru dapat dimainkan dengan menggunakan beberapa peralatan dan sarana sebagai berikut :
  • Rol Meter
  • Bendera Kecil
  • Kapur / Tali Rafia
  • Peluru, dengan berat sebagai berikut
    • Berat peluru untuk senior putra = 7.257 kg
    • Berat peluru untuk senior putri = 4 kg
    • Berat peluru untuk junior putra = 5 kg
    • Berat peluru untuk junior putri = 3 kg

 3. Lapangan Tolak Peluru

 Gambar dan Ukuran Lapangan tolak peluru bisa dilihat pada gambar sebagai berikut :
Ukuran Lapang Tolak Peluru
Ukuran Lapang Tolak Peluru
 
  • Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok yang dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi.
  • Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu.
  • Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih.
  • Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh.
  • Lebar balok 11,2�30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.

4. Peraturan Dasar Tolak Peluru

 Ketentuan dasar ini adalah hal-hal mendasar yang harus diketahui oleh seorang pemain tolak peluru, terdiri dari ketentuan diskualifikasi, hal-hal yang disarankan dan hal-hal yang harus dihindari.

Ketentuan diskualifikasi Pada Olah Raga Tolak Peluru

  • Menyentuh balok batas sebelah atas
  • Menyentuh tanah di luar lingkaran
  • Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah
  • Dipanggil selama 3 menit belum menolak
  • Peluru berada di belakang kepala
  • Peluru jatuh di luar sektor lingkaran
  • Menginjak garis lingkar lapangan
  • Keluar lewat depan garis lingkar
  • Keluar lingkaran sebelum peluru menyentuh lantai
  • Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan
  • Menggunakan Doping

Hal yang disarankan dalam olah raga tolak peluru

  • Bawalah tungkai kiri merendah
  • Dapatkan keseimbangan gerak dari kedua tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belakang
  • Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak
  • Hasilkan rangkaian pada tungkai kiri
  • Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran
  • Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin
  • Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan
  • Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri

Hal yang harus dihindari dalam olah raga tolak peluru

  • Tidak memiliki keseimbangan dalam sikap permainan
  • Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan
  • Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran
  • Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan
  • Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang
  • Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping
  • Terlalu awal membuka badan
  • Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan
 Demikian Sobat sakuilmu.net, definisi dan peraturan tolak peluru semoga bermanfaat bagi Sobat Sakuilmu semua...

Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Tolak_peluru
Read More
Sejarah Tolak Peluru

Sejarah Tolak Peluru

Sejarah Tolak Peluru | sakuilmu.net - Tolak Peluru adalah salah satu cabang olah raga atletik. Kita sudah tahu bukan bukan, bahwa olah raga atletik terdiri dari cabang olah raga lari, lompat, lempar dan tolak... ? Kalau belum silahkan baca-baca lagi artikel mengenai atletik, diantaranya Pengertian dan Sejarah Atletik

Olah raga tolak peluru sendiri memiliki sejarah yang hampir sama dengan cabang atletik lainnya. Memang olah raga atletik ini merupakan olah raga dasar yang sudah dilakukan oleh manusia sejak zaman dahulu kala. Sehingga dari sejarah masa lalu itulah muncul berbagai cabang olah raga atletik.

Dalam sejarahnya olah raga tolak peluru telah ada sejak 2000 tahun lalu. Olahraga tolak peluru populer di kalangan pria Britania atau Inggris untuk menguji kekuatan para pria. Peluru yang digunakan masih berupa batu bukan bola besi seperti halnya sekarang ini. Di zaman pertengahan, meriam adalah salah satu senjata paling mematikan. Dari peluru meriam inilah inspirasi dari tolak peluru modern, yakni perlombaan melempat peluru meriam sejauh mungkin. Pada tahun 1866 tolak peluru mulai diperlombakan dalam kejuaraan amator. Barulah pada tahun 1896 olahraga tolak peluru dimasukkan dalam perlombaan olahraga skala besar yakni di Olimpiade Athena, Yunani.

Kemajuan terbesar dalam olahraga tolak peluru terjadi di tahun1950, ketika Parry O'Brien memulai tolakannya menghadap bagian belakang ring, metode ini dikenal sebagai metode O'Brien atau lebih di kenal dengan teknik meluncur. Teknik yang mendapat popularitas adalah teknik berputar yang menggunakan lemparan cakram melintasi ring tolak peluru bukan bergerak ke arah belakang yang telah dilakukan oleh O'Brien dan kedua teknik ini sama-sama mencapai keberhasilan. Perry O'Brien atau lengkapnya William Parry O�Brien terlahir pada tanggal 28 Januari 1982 di Santa Monica, California dan meninggal dunia pada 21 April 2007 di Santa Clarita, California.

Demikian Sobat Sakuilmu.net, sedikit informasi mengenai Sejarah Tolak Peluru. Semoga bermanfaat.
Read More